Webinar : (Charging Time) Merelakan Kepergian dengan Ikhlas

(Charging Time) Merelakan Kepergian dengan Ikhlas (26-12-2024) | catatan ringkas

~ Umi Haneen Akira (Istri Ustadz Hanan Attaki) 


Tahun 2025 : Qadarullah Era

Butuh waktu, ilmu, teman, dan sabar untuk mengikhlaskan

​Perjumpaan awal yang tak disengaja, kenapa harus ada perpisahan yang menyakitkan? 

​Harusnya bisa berjalan dengan baik? Kenapa jadi seperti ini Ya Allah? 

​Yang kita alami ini, harus menjadi perenungan dalam doa. Bukan hanya merenung di pikiran (sebab bisa jadiin ovt, hampa, dan kosong) 

​Kita sesungguhnya hanya seperti musafir yang menunggangi unta untuk melewati padang pasir

​Obses dan candu kita terhadap seseorang akan menjadi beban yang menumpuk bagi 'unta' yang kita tunggangi dalam hidup ini

​Jika sesuatu itu menjadi beban perjalanan hidupmu, maka Buanglah! 

"Pada Akhirnya, Kita Hanyalah Seorang Musafir yang Harus sampai Ke Tujuan Perjalanan dengan Selamat"

​Kita harus mengikuti siklus Sunatullah (tentang Perjumpaan dan Perpisahan)

​Tetkala kita tidak berdaya, rentan, rapuh, dan lemah, maka semestinya kita menyandarkan diri kepada Allah SWT. Karena sebetulnya, di fase itulah fase transformasi untuk mendorong kita mengalami "Perjumpaan Ilahi", yakni akan mendorong hasrat kita untuk " Sangat Bergantung hanya pada Allah SWT".

​Fitrah manusia itu 'tergantung/bergantung' dengan sesuatu di luar dirinya (Kalau tidak tergantung ke Tuhan, pasti akan tergantung ke makhluk) 

​Hanya ada 2 Ketergantungan : (1) Kpd Allah ✅; atau (2) Kpd makhluk ❌

​Ada keinginan/hasrat kita, serta ada Kehendak Allah, Kita lebih condong kemana? 

​Tuhan akan ngasih kehendak terbaik untukmu agar senantiasa menjadi baik

​Mana yang kita jadikan hasrat?(1) Keinginan Kita? ❌; atau (2) Kehendak Allah? ✅

​Kalau kamu bergantung sama Allah SWT., pasti akan mendapatkan keberuntungan. 

​Langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk bergantung kepada Allah :

1. Penyerahan Total Kepada Allah SWT. 

Menyerahkan secara total kepada Allah SWT. atas beban dan suka duka hidup ini (menyerahkan hidup berantakan kita kepada Allah) 

​Berpaling dari kesengsaraan kepada keberuntungan

​Berpartisipasi dalam Perubahan Hidup diri sendiri

​Berdoa dan memohon agar Allah senantiasa hadir dalam pikiran dan perasaan kita yang luka

​"Wahai Rabb yang Maha Pemelihara hamba-Nya yang lemah, Peliharalah kami"

​Pilihlah menampakkan Kelemahanmu hanya kepada Allah saja, jangan ke manusia

​Kita harus melatih kepasrahan kepada Allah SWT. 

​"Ya Allah, aku berikan dan aku serahkan kendali hidupku 100% hanya kepada-Mu, Ya Rabb".

​"Ya Allah, aku serahkan seluruh kendali hidupku, seluruh perasaanku, seluruh pikiranku, seluruh rezekiku, seluruh jiwaku 100% hanya kepada-Mu Ya Allah!"

​"Saya yakin Kehendak-Mu 100% Ya Allah!"

​"Ya Allah, apabila masih ada kegelapan di pikiran dan perasaanku, maka aku mohon Terangilah dengan Cahaya Penerang-Mu, Ya Rabb!

2. Pengakuan Kebutuhan Kita kpd Allah SWT. 

​Kita sengarep itu butuh kepada Allah SWT. 

​Kita harus menggeser dari sebelumnya keinginan kita yang terutama, menjadi fokus pada kehendak dari Allah. 

​Ketergantungan kita pada Allah semestinya pol-polan, ugal-ugalan. 

​Kamu mengingat Allah, maka ku akan aman, kamu akan nyaman, dan kamu akan terhubung dengan Allah SWT. 

​Meskipun kita berada di lembah keterpurukan, maka kita harus terus memikirkan hal yang paling indah, yang paling murni, dan paling suci : yaitu Allah SWT. 

​Sujud kita, kita menundukkan kepala di kerendahan seraya berdoa dan berpikir dalam kehambaan kepada Yang Maha Luhur, Yang Maha Tinggi

​Kita harus berlatih untuk mengarahkan pikiran kita agar selalu menghambakan diri kepada Dzat Yang Maha Suci, Dzat Yang Maha Luhur, Dzat Yang Maha Tinggi. 

​Pikiran positif harus dilatih terus-menerus

​Pikiran, Perasaan, Perkataan, dan Perbuatan kita melebur pada Tangan Kekuasaan Allah SWT. 

© "Janji Tuhan bukanlah bahwa setiap situasi bebas tantangan. Melainkan Allah akan menjadikan segala sesuatu yang kita alami menjadi keberkahan dan kebaikan kita"

© "Menyerahkan urusan hidup pada Allah SWT. Sebab, kemarin-kemarin kita yang ngurus hidup kita sendiri : berantakan! Maka, sekarang saatnya biarin Tuhan yang mengurus urusan kita, karena Dia Yang Maha Tahu tentang apa yang terbaik bagi kita!"






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Tahun Mengajar di Ganesha Operation

Membangun Taman Bungaku

Kolaborasi Pentahelix untuk Meningkatkan Pendidikan Masyarakat