Kolaborasi Pentahelix untuk Meningkatkan Pendidikan Masyarakat

Foto : Penulis bersama teman-teman penggiat J-Fest, sebuah komunitas yang membersamai pergerakan society di desa

Pendidikan masyarakat akan membuat perubahan di masyarakat. Alur pemikiran tersebut berangkat dari pengamatan kondisi masyarakat yang ada di lingkungan terdekat, yaitu desa. Mengapa harus melalui pendidikan? Mengapa dengan warga desa? Apakah warga desa mengalami permasalahan? Permasalahan apa? 

Sebetulnya akan sangat naif kalau dipikirkan sendirian. Perlu banyak kolaborasi dan koordinasi berbagai pihak agar tercapai sebuah kesimpulan bersama, apakah memang ada problem di masyarakat? Ataukah malah masyarakat merasa baik-baik saja? 

Sebelum jauh masuk ke ranah problematika kompleks masyarakat, penulis ingin mengutarakan terkait idealnya kolaborasi dan koordinasi antar bidang di lingkup desa. Hal tersebut jamak disebut sebagai koordinasi dan keterpaduan antar berbagai pihak atau pentahelix. Koordinasi Pentahelix melibatkan lima elemen penting, yaitu :

  1. ​Pemerintah
  2. ​Masyarakat
  3. ​Akademisi
  4. ​Dunia Usaha
  5. ​Media

Mengapa harus koordinasi? Sebab dengan koordinasi diharapkan bisa menghasilkan produk keputusan yang masif dan bisa diterapkan merata ke masyarakat. 

Lantas pendidikan yang seperti apa untuk diterapkan di masyarakat? Apakah mengenyam bangku sekolah kurang bagi masyarakat? Pertanyaan ini berkesinambungan dengan kondisi masyarakat yang terkadang kurang elok dalam kesehariannya, misal pesta miras saat hajatan, perilaku curang dalam pergaulan, serta perilaku negatif lainnya. Hal itu menyebabkan masyarakat desa menjadi stagnan, kurang produktif, gampang terbawa arus, serta tidak memiliki pegangan kuat dalam kehidupan. Banyak faktor yang mempengaruhi memang, baik faktor internal maupun faktor eksternal. 

Maka dari itu, perlu diutarakan sebuah konsep pendidikan yang tidak hanya ber-mindset materi/keduniawian. Ada empat konsep pendidikan yang disampaikan oleh Emha Ainun Nadjib, budayawan serta Marja' Maiyah. Konsep pendidikan ini semestinya diterapkan dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini, yakni meliputi :

  1. ​Aqidah-Akhlak
  2. ​Disiplin
  3. ​Akuntansi
  4. ​IT

Kedepannya perlu dibedah dan dikomunikasikan sedemikian rupa bersama dengan teman-teman dan stakeholders terkait, agar mewujud menjadi kebijakan strategis dalam pembangunan karakter manusia desa, yang hari-hari ini seperti kehilangan karakter dan kearifan lokalnya akibat derasnya arus modernisasi. 

Kolaborasi Pentahelix untuk mewujudkan Empat Konsep Pendidikan Emha diharapkan menjadi perwujudan nyata upaya keberlanjutan hidup masyarakat desa yang lestari dan luhur. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Tahun Mengajar di Ganesha Operation

Membangun Taman Bungaku