Ngaji MAN 4 Jombang II (5 Oktober 2024)

Kegiatan Bapak/Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan rutin di hari Sabtu Pagi :

Pengajian Kitab almajalis alsaniyah oleh KH. Wahab (Pengasuh PP Al-Risalah) bertempat di Lt. 3 MAN 4 JBG

​Hadits 20 : Terjemah hadits: Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry radhiallahuanhu dia berkata, Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah: Jika engkau tidak malu perbuatlah apa yang engkau suka. (Riwayat Bukhari). 

​Keutamaan Malu : bahwa malu adalah akhlak mulia yang telah ada sejak dahulu dan dalam berbagai agama, serta merupakan akhlak para nabi dan juga tidak akan terhapus aturannya sampai kapanpun. 

​Ukuran Malu : apakah dilihat orang akan malu? Apakah dilihat orang akan malu? 

​Malu itu sebagian dari iman. 

​Malu itu secara dengan iman, karena dapat mencegah seseorang dari berbuat buruk serta dapat mendorongnya melakukan kebaikan. Hal itu sama seperti Iman. 

​Malu ada 2 macam : Malu Terpuji dan Malu Tercela

​Malu Terpuji : malu utk melakukan hal" yang dilarang oleh Allah

​Malu Tercela : malu utk melakukan hal" yang diperintahkan oleh Allah. 

​Pernikahan yang dicari Kesenangan atau Kebahagiaan? 

​Kesenangan : senang tapi sifatnya pendek

Kebahagiaan : senang yang abadi, usianya lebih lama, lebih menyentuh di dalam hati. 

​Cara untuk bahagia : (1) jangan mengingat tentang masa lalu, (2) jangan galau dengan masa depan, (3) syukuri dan nikmati apa yang kita lakukan sekarang. 

​Pernikahan yang kita cari bukanlah kebahagiaan apalagi kesenangan semata. Karena kebahagiaan semakin kita cari semakin tidak ketemu. Sehingga yang kita cari dalam pernikahan adalah Ridho Allah SWT. 

​Melayani suami adalah dalam rangka mencari Ridho Allah SWT (bagi istri), bekerja dengan meniatkan untuk menafkahi istri semata dalam rangka mencari Ridho Allah SWT (bagi suami). 

​Ada 2 orang yang tidak akan pernah bisa belajar : (1) orang yang malu utk belajar, (2) orang yang merasa sombong. 

​Jika melakukan sesuatu ada rasa malu, tinggalkanlah. Jika melakukan sesuatu tidak ada rasa malu, kerjakanlah. 

​Jadi ukurannya rasa malu! 

​Motivasi yang Benar : Semata-mata karena Allah. 

​Ukurannya : malu atau tidak. 

​Kunci Bahagia : mengubah yg negatif jadi positif

Cara Bahagia : (1) jangan menggantungkan kebahagiaan kepada faktor di luar diri sendiri, (2) alihkan saja bahwa hal yg kemungkinan negatif kita posistifkan, (3) nikmati apa yang sedang kita lakukan (apapun posisi kita). 

​Cukup dan Tidak Cukup adalah tentang bagaimana kita me-manage. 

​Bagaimana kita menciptakan budaya malu, bagi diri kita, keluarga kita, dan peserta didik kita. 

​Seseorang yang mendidik budi pekerti kepada anak-anaknya, itu lebih baik daripada bersedekah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Tahun Mengajar di Ganesha Operation

Membangun Taman Bungaku

Kolaborasi Pentahelix untuk Meningkatkan Pendidikan Masyarakat