Tahun 2024 : Mendapatkan Kesempatan Mengajar di Madrasah Negeri

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan anugerah hidayah, inayah, serta pertolongannya kepada seluruh makhluk-Nya. 

Shalawat dan salam selalu dan terutama kita haturkan ke haribaan nabi junjungan umat Islam, Baginda Rasulullah Muhammad SAW. yang amat kita harapkan syafaat Beliau di hari akhir nanti. Aamiin. 

Di tahun 2024 ini banyak peristiwa rollercoaster sejak awal tahun. Dimulai dengan peristiwa pemilihan umum 5 tahunan, saya waktu itu berperan sebagai petugas KPPS di TPS 04 Desa Japanan. Hal tersebut menjadi pengalaman berharga karena saya bisa ikut berperan dalam pesta demokrasi. 

Menjadi petugas KPPS TPS 04 Pemilu Presiden 2024
Foto bersama tim petugas KPPS TPS 04 Ds. Japanan

Selanjutnya, adalah peristiwa saya mengundurkan diri (resign) dari Madrasah Al-Hikam Jombang, tempat saya mengajar sejak tahun 2021. Alasan saya mengundurkan diri ialah ingin mencari kesempatan baru di tempat lain, khususnya di perusahaan –yang mana saya telah mengikuti proses rekruitmen– namun masih belum rezeki lolos. Namun, meskipun belum lolos perusahaan, saya tetap berniat untuk mengundurkan diri dari madrasah. 

Pengalaman dalam pengabdian selama hampir 3 tahun di madrasah memang tidak akan pernah terlupakan. Namun, life must go on, hidup harus berjalan terus. Kita pasti akan dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit, akan tetapi harus secara tepat dan cermat untuk segera mengambil tindakan. Keputusan final untuk mengundurkan diri akhirnya saya ambil sebagai bagian dari babak/fase kehidupan di seperempat abad usia. Rasa kalut, cemas, sedih, dan khawatir bercampur aduk jadi satu. Tapi dengan keyakinan dan bismillah saya lakukan hal tersebut. 

Babak baru dalam kehidupan saya pun dimulai. Saat itu, saya masih punya jam mengajar di bimbel. Singkat cerita, awal tahun pelajaran 2024/2025 pun dimulai. Satu minggu awal otomatis saya sudah tidak berangkat lagi ke madrasah atau mengajar di pagi harinya. Hanya sore hari atau malam harinya akan mengajar di bimbel. Waktu itu, di minggu awal saat teman-teman guru sedang beraktivitas dalam penerimaan siswa baru (matsama/mpls), saya beraktivitas secara mandiri di rumah. Memang rasanya seperti aneh karena transisi dari yang biasanya di pagi hari berangkat ke madrasah, sekarang di rumah saja. Tapi tak mengapa hal tersebut saya isi dengan bermacam aktivitas mandiri mulai dari terbit matahari hingga terbenamnya matahari. 

Kebiasaan baru yang saya lakukan adalah jogging di pagi hari ba'da sholat Subuh. Ternyata hal yang kita anggap menyedihkan kalau respon dan tindakan yang kita lakukan terhadapnya itu bagus, maka hasilnya pasti akan bagus. Saat itu dengan perasaan yang masih campur aduk karena belum ada kegiatan apa-apa setelah resign, tapi dengan jogging ada nuansa baru yang saya rasakan, yang hal tersebut tidak saya dapatkan saat masih mengajar. Atau lebih tepatnya belum bisa saya lakukan saat itu. 

Selepas jogging, seperti biasa saya membersihkan rumah dan kemudian mandi di pagi hari, lantas bisa melaksanakan shalat Dhuha. Pada intinya, saya me-refresh dan me-reset diri saya untuk bisa melakukan hal-hal tersebut lagi. Karena saat masih mengajar hal tersebut entah kenapa amat terasa berat. Mungkin itu juga salah satu sumber yang mempengaruhi segala macam overthinking saya dan kecemasan-kecemasan sebelumnya itu. Kegiatan baru tersebut saya lakukan dengan komitmen untuk konsisten. Bismillah hal ini bisa saya lakukan dan menjadi pembiasan baru yang Insya Allah akan berdampak baik kedepannya. 

Beranjak ke peristiwa inti dari tulisan ini. Tepatnya di hari ketiga setelah anak-anak masuk kembali ke sekolah (16/07). Saya secara tetiba dihubungi oleh salah satu teman sesama pengajar di lembaga bimbel, yang menginformasikan kalau di madrasah tempatnya mengajar ada jam kosong untuk mapel biologi. Hal itu karena ada dua guru yang telah diangkat menjadi P3K di instansi lain sehingga terjadi kekosongan pengajar. Kesempatan mengajar tersebut datang dari sebuah madrasah negeri di Kabupaten Jombang, yaitu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jombang atau biasa terkenal dengan MAN Denanyar Jombang, di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif, yang merupakan pondok salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, yaitu KH. Bisyri Syansuri. Sungguh berita yang sangat membuat saya terharu, senang, sekaligus kaget di waktu bersamaan. 

Catatan Journaling My Journey 1
Catatan Journaling My Journey 2
Catatan Journaling My Journey 3a
Catatan Journaling My Journey 3b

Saya sangat bahagia dan bersyukur sekali lantas meminta doa orang tua untuk kelancaran dan kemudahan langkah saya tersebut. Memang, sekali lagi hidup itu pilihan, saya yang ingin masuk di perusahaan, ternyata di minggu awal tahun pelajaran baru, saya masuk kembali ke madrasah untuk mengajar. Kata bapak, ditekuni saja siapa tau jalanmu disitu. Iya benar memang, karena kita tidak pernah tau masa depan itu seperti apa. Yang bisa kita lakukan hanyalah mempersiapkan sejak hari ini. Saya bermohon kehadirat Allah SWT. untuk selalu membukakan pintu rezeki dengan wasilah mengamalkan Surah Al-Waqiah sepanjang hari. Insya Allah. Bismillah sukses dunia dan akhirat. 

Akhirnya saya mendatangi Pengurus MAN 4 Jombang untuk melakukan interview di hari Kamis (18/07). Bismillah alhamdulillah, saya akhirnya diterima dan akan menjalani masa uji coba selama tiga bulan. Insya Allah, saya akan melakukan hal yang terbaik demi kebaikan dan kebermanfaatan untuk sesama manusia. Aamiin. Bismillah jodoh mengajar di madrasah negeri ini akan saya maksimalkan agar tercapai hasil terbaik. Semoga Allah SWT. selalu meridhoi langkah saya ini. Hari pertama saya mengajar di MAN 4 Jombang yaitu Senin, 22 Juli 2024. Bismillah dilancarkan selalu aktivitas. 

Sekiranya itu yang bisa saya bagikan. Semoga senantiasa bermacam kebaikan dan kebermanfaatan melingkupi langkah saya kedepannya. Aamiin

Zi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Tahun Mengajar di Ganesha Operation

Membangun Taman Bungaku

Kolaborasi Pentahelix untuk Meningkatkan Pendidikan Masyarakat